Pelumas Pertamina Siap dengan BBM B50?

Pelumas Pertamina bisa bertahan hingga spesifikasi B50. Pertamina Lubricants

Jakarta: Pemerintah saat ini sudah menentukan penggunaan campuran bahan bakar nabati 20 persen ke dalam solar yang disebut biodiesel 20 (B20). Pertamina Lubricants juga berbenah mengenai peraturan tersebut dan mengakui sudah siap dengan menghadapi kebutuhan pelumas akan kendaraan diesel berbahan bakar B20.

Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Adrian Nusa, menjelaskan kalau mereka memiliki produk Meditran SX Bio khusus mesin diesel. Bahkan formulasinya kini sudah bisa digunakan untuk mesin berbahan bakar sampai B50.

“Kami sudah punya Meditran SX Bio yang sudah bisa biodiesel, itu sudah sampai B50. Jadi nanti pemerintah sampai B30. Kita sudah persiapkan B50. Kalau nanti wajib B30, sudah tidak perlu kita lakukan reformulasi kita sudah siap,” yakin Andrian Senin (16/10/2018) di Dhonika Jakarta.

Dia menjelaskan dengan adanya campuran zat nabati membuat bahan bakar memiliki oksidasi yang tinggi. Sehingga pelumas harus disesuaikan zat adiktif-nya supaya sesuai dengan biodesel.

“Pertamina pelumas sudah siap, dan kami siap mengatasi teknologi-teknologi terbaru otomotif,” tegas Adrian.

Sampai saat ini pelumas-pelumas di Indonesia juga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi BBM B20. Shell dan ExxonMobil pun mengakui kalau pelumas-pelumas diesel mereka juga sudah siap dengan standar B20.

(UDA)

Pilih Aki Mobil Sesuai Peruntukannya

Jakarta: Ragam pilihan produk aki untuk kendaraan bermotor saat ini lebih bervariasi, mulai dari spesifikasi, kapasitas dan harga yang ditawarkan. Sebelum menentukan jenis aki yang tepat untuk kendaraan, ada baiknya jika Anda mengetahui jenis aki yang beredar di pasaran.

Mekanik bengkel Pit Stop di bilangan Jakarta Timur, Toha, menjelaskan bahwa semua aki yang ada di pasaran menggunakan air aki, yang isinya cairan elektrolit (H2SO4). Tapi masyarakat banyak yang mengasumsikan jika aki kering tidak menggunakan cairan.
 
“Yang disebut aki basah adalah kita bisa mengisi sendiri air akinya yang ada lubang pengisiannya. Saat membeli aki baru biasanya toko menawarkan untuk diisi langung atau dilakukan sendiri oleh konsumen. Sedangkan yang disebut aki kering, cairan akinya sudah langsung diisi dari pabrik, dan tidak ada lubang pengisiannya,” jelas Toha.

Jenis aki yang ada dan beredar di pasaran saat ini adalah aki basah atau yang disebut aki konvensional, aki Maintenance Free (MF), aki hybrid, dan aki MF AGM (Absorbant Glass Mate). Menurutnya, yang membedakan hanya cara perawatan, kapasitas, termasuk harga karena berpengaruh terhadap kualitas material yang digunakan.

Aki Basah adalah jenis yang harus mendapatkan perawatan rutin dan secara berkala, mulai dari volume air aki, kondisi cairan dalam wadah dan pengecasan secara berkala. Seperti namanya, aki MF jenis aki yang bebas perawatan, karena air aki diisi langsung dari pabrik. Inilah yang diikenal dengan istilah aki kering, dan dapat langsung digunakan tanpa perlu mengisi ulang air aki. Biasanya aki ini punya indikator untuk pengecasan.

Kemudian ada aki Hybrid, yang merupakan gabungan antara aki konvensional dan aki MF. Meski diperlukan pengisian carian aki dan pengecasan aki, namun kekuatannya lebih baik dan awet dibandng aki konvensioanal. Terkahir Aki MF AGM (Absorbant Glass Mate), jenis ini hampir sama dengan aki MF, namun adanya teknologi AGM membuat air aki terperangkap dalam separator khusus. Kedua jenis ini termasuk yang ramah lingkungan.

Kata Toha, bagi yang memiliki hobi mobil off road disarankan menggunakan aki jenis MF AGM, karena punya daya tahan dan kekuatan lebih baik dibanding yang lain. Dan terpenting, meskipun di posisi miring aki ini bisa tetap bekerja sebagaimana mestinya.

(UDA)

Honda Serahkan 200 Unit All New Brio

Jakarta: All New Honda Brio yang beberapa bulan lalu diluncurkan untuk pasar Indonesia, hari ini Sabtu (13/10/2018) resmi diserahkan kepada 200 konsumen pertamanya. Proses penyerahan mobil yang world premiere di ajang pameran otomotif nasional itu, dilakukan dengan sangat meriah.

Generasi kedua dari mobil berdimensi kecil ini sejak pertama kali dijual Agustus 2012 itu, kini memiliki dimensi yang lebih panjang. Hal ini pun dinilai menjadi peningkatan yang dilakukan Honda, mengingat banyak yang mengeluhkan kapasitas angkut mobil yang juga masuk di kelas low cost green car itu.

“Kami sangat senang lantaran mobil ini masih menjadi pilihan banyak kaum muda dan generasi masa kini. Terima kasih juga kepada konsumen yang dengan setia menunggu kedatangan mobil ini. Kami melakukan banyak ubahan di mobil ini sehingga kapasitas ruang kabin kini lebih lega dan bisa mewadahi permintaan konsumen akan mobil kecil yang bisa memuat banyak barang bawaan,” klaim Marketing After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy.

Jika melihat perkembangan pasar otomotif saat ini, Brio adalah salah satu model mobil yang memiliki nilai tinggi dalam berbagai hal buat konsumen. Bukan hanya soal fitur dan konsumsi bahan bakar, namun model yang banyak disukai ini, membuat nilai jual kembalinya juga jadi tinggi.

Jonfis melanjutkan bahwa harga jual yang mereka tetapkan untuk Brio, sudah pas dengan semua kelebihan dan keistimewaan yang mereka berikan. Bahkan brand dengan logo H tegak itu memberlakukan layanan purna jual yang biasanya ditawarkan untuk mobil-mobil berjenis premium.

“Khusus untuk konsumen All New Brio, kami berikan layanan purna jual seperti mobil-mobil premium. Mengingat mereka biasanya pembeli mobil pertama, atau istri dan anak-anak generasi sekarang yang memang ogah repot. Jadi penting untuk membuat mereka lebih terkesan.”

Penyerahan ini, juga menjadi penanda bahwa mereka akan mulai mendistribusikan mobil-mobil pesanan ke seluruh wilayah Indonesia. Mengingat mobil ini juga sudah menuai jumlah inden yang cukup tinggi. Dari keterangan yang diungkapkan Jonfis, mereka menargetkan sebanyak 4.000 unit mobil akan laris setiap bulannya dari All New Brio.

Di kelas city car, mobil ini menghadapi rivalnya seperti MItsubishi Mirage, Toyota Etios, NIssan March, Hyundai i10 hingga Kia Picanto. Sementara di segmen LCGC, mobil ini berhadapan langsung dengan Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Suzuki Wagon R,

(UDA)

Jangan Biarkan Ban Mobil Terlalu Lama Kempis

Wajib periksa tekanan ban dua pekan sekali. The All State Blog

Jakarta: Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mengendarai mobil adalah tekanan angin ban. Karena saat mobil rutin digunakan tekanan ban akan berkurang dua psi (pound square inch) tiap bulannya.

Jika dibiarkan terlalu lama kempis, maka tekanan ban akan terus berkurang. Hal ini justru menimbulkan efek negatif, seperti kerusakan dinding ban dan pelek.

Dari safety book Goodyear, kurang tekanan angin akan membuat dinding ban rusak akibat panas yang timbul, serta mengurangi kapasitas angkut beban dari ban tersebut.

Kemudian mobil juga lebih boros bahan bakar. Setiap penurunan tekanan angin sebesar 20 persen, maka konsumsi bahan bakar akan 10 persen lebih boros. Hal ini karena Anda harus menginjak pedal gas lebih dalam karena mobil terasa lebih berat.

Kemudian pelek mobil beresiko rusak, bahkan pecah. Kondisi ban yang terdeformasi, akan membuat pelek menanggung beban fungsi roda sebagai kompensasinya. Pelek juga akan terkena benturan lubang jalan karena ban yang terdeformasi terlalu banyak akibat kuranganya tekanan angin.

Tekanan ban tidak dapat dilihat dengan kasat mata atau menyentuhnya, terlebih jika ban berjenis radial. Sebaiknya gunakan alat pengukur tekanan ban, dan tambah angin ban setidaknya sekali dalam dua pekan.

(UDA)

Suzuki APV Berjaya di Pasar Ekspor

Suzuki APV banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. Suzuki

Jakarta: Suzuki APV merupakan salah satu mobil van yang diproduksi di Suzuki Indonesia. Bahkan mobil ini pun diakui cukup diminati oleh pasar luar negeri.

Departement Head of Export Import PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Hady Surjono Halim, menjelaskan rival Daihatsu Grand Max tersebut sudah ekspor sejak 2004. Hingga kini mobil tersebut sudah diekspor ke 89 negara di kawasan Afrika, Asia Timur Tengah, Amerika Latin, Osenia, dan Caribian.

Jika dihitung kumulatif, kini ekspor APV sudah mencapai 223.341 unit. Sedangkan untuk target 2018 ini diperkirakan akan terkirim 17.128 unit.

“Suzuki APV adalah produk Suzuki dengan jumlah ekspor tertinggi. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena Suzuki APV sebagai karya anak bangsa telah diakui kualitasnya sehingga bisa diterima dengan baik oleh masyarakat dunia,” ucap Hady melalui keterangan resminya.

Salah satu kunci produk buatan dalam negeri ini bisa diterima karena sudah memenuhi standar emisi gas buang Euro 4 dan Euro 5. Kedepannya pabrikan yang bermarkas di Pulogadung ini akan terus mengembangkan pasar ekspor Suzuki APV untuk memenuhi kebutuhan negara lain akan kendaraan multifungsi.

Kemudian sedikit menyinggung pasar lokal, APV banyak dibeli oleh konsumen fleet. Jika melihat angka penjualan fleet per September 2018, sudah terjual 3.428 unit.

“Saat ini kebutuhan konsumen akan kendaraan yang multifungsi dan ekonomis terus meningkat, khususnya pada konsumen fleet. Suzuki APV identik dengan ruang kabin yang luas sehingga memberi kenyamanan saat berkendara serta didukung performa mesin yang tangguh. Keunggulan-keunggulan ini sesuai dengan beragam kebutuhan konsumen fleet,” ungkap 4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales, Makmur.

(UDA)

Pro Motor Optimis, Potensi Mercedes-Benz Besar di Indonesia

Mercedes-Benz lebarkan sayap di wilayah Jakarta dan Tangerang Selatan. Medcom.id/Ekawan Raharja

BSD City: Pro Motor kembali meresmikan dealer terbaru untuk Mercedes-Benz di bilangan Gandaria Jakarta Selatan. Kehadiran dealer penumpang Mercedes-Benz ke-23 ini, menambah portofolio dealer Mercedes-Benz yang sebelumnya ada di BSD City Tangerang Selatan.

Presiden Direktur Pro Motor, Jongkie D Sugiarto, menjelaskan usaha besutannya dia membidani Mercedes-Benz di Indonesia sejak ada sejak 1994. Dia menilai rival BMW tersebut memiliki prospek yang bagus di Indonesia hingga masa mendatang.

“Kalau tidak menguntungkan bagaimana mau berusaha. Saya mengira Mercedes-Benz memiliki masa depan yang cerah,” ucapnya di dealer Mercedes-Benz BSD City Kamis (11/10/2018).

Ucapan pria yang juga menjabat sebagai Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tersebut, juga didukung data dari President & CEO PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia Roelof Lamberts. “Penjualan kami naik 11 persen dibandingkan tahun lalu,” beber Roelof meski tidak menyebutkan angka pastinya.

Dealer terbaru Pro Motor di Gandaria menyasar pasar dan karakteristik yang berbeda dengan dealer yang di BSD City. Disebutkan kalau pasar yang disekitar Gandaria memiliki segmen yang lebih tinggi dibandingkan BSD City.

“Kalau di Gandaria itu berada di daerah yang sudah jadi, ada Pondok Indah dan ada Simprug. Sedangkan BSD City adalah daerah yang sedang tumbuh berkembang, dan prospeknya bagus,” papar Jongkie.

Selain itu, dealer di BSD City juga dilengkapi dengan showroom untuk kendaraan niaga. Diharapkan dealer dan bengkel resmi untuk kendaraan niaga ini dapat menjangkau konsumen potensial untuk heavy duty truck dan bus.

“Ini karena lokasi showroom sangat dekat dengan 2nd Jakarta Outer Ring Road yang dalam proses pengerjaan, serta dua jalan tol baru yang dalam proses perencanaan.”

Pelebaran jaringan penjualan untuk mobil-mobil premium, memang tidak secepat mobil-mobil di segmen padat peminat. Apalagi rival mereka seperti BMW juga hanya memiliki dealer di beberapa kota di luar Jakarta. Sementara Audi masih konsisten berjualan di Jakarta saja.

(UDA)